Kamis, 17 November 2011

IMM


PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERKADERAN
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

2.1  PENDAHULUAN

Setiap institusi perkaderan dalam melakukan proses perkaderannya secara sistematis senantiasa berorientasi kepada kualitas output yang ideal. Dalam rangka itu maka berbagai konsep disiapkan guna menunjang pencapaian hasil yang diharapkan.
Sistem yang dirumuskan secara konseptual tidak akan mencapai sasaran tanpa sistem-sistem penyelenggara yang terencana, terarah, terorganisir, berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif). Untuk itu, diperlukan sebuah rumusan pedoman penyelenggaraan IMM secara nasional.
Rumusan pedoman penyelenggaraan perkaderan ini merupakan seperangkat konsep aplikatif yang disiapkan sebagai guidance operasional perkaderan. Konsep-konsep itu kemudian diturunkan secara teknis dalam masing-masing komponen dan jenjang yang operasionalnya di lapangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Pedoman penyelenggara perkaderan IMM merupakan rumusan yang menyangkut :
1. Tujuan Penyelenggaraan
2. Pengorganisasian : Organisasi dan Tugas
3. Langkah Penyelenggaraan
4. Evaluasi
5. Sarana, prasarana dan dana.

2.2  TUJUAN PENYELENGGARAAN

Dalam rangka mencapai tujuan pada umumnya, maka perlu dipahami tujuan penyelenggaraan perkaderan yang dilaksanakan di lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dengan memahami tujuan penyelenggaraan perkaderan, diharapkan setiap pimpinan penyelenggara perkaderan dapat memahami, memperoleh pegangan, memiliki kemampuan dan ketrampilan rnemadai dalam berbagai lingkup dan tahapannya.
Perlu dipahami bahwa tujuan diselenggarakannya perkaderan di lingkungan IMM adalah sebagai berikut :
1.       Terlaksananya perkaderan secara terorganisir, terencana, terprogram, berkesinambungan, efektif dan efisien.
2.       Perkaderan yang dilaksanakan dapat dinilai tingkat keberhasilannya.
3.       Perkaderan dapat didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.
4.       Komponen dan jenjang perkaderan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan khusus masing-masing.


2.3  PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tersusun hirarkis sebagai berikut :

1. Penanggung jawab :
Yaitu struktur pimpinan Ikatan yang bertanggung jawab langsung secara keseluruhan terhadap penyelenggaraan perkaderan. Penanggung jawab program diserahkan kepada pimpinan Ikatan sesuai dengan jenis, komponen dan jenjangnya.

2. Tim Instruktur
Yaitu tim yang bertugas memandu dan memegang kendali orientasi, materi dan kualitas acara perkaderan sebagai proses melahirkan eks trainer yang ideal. Tim instruktur adalah kelompok instruktur yang dari segi keinstrukturan dan perkaderan memenuhi persyaratan sebagai pengelola dengan tugas khusus disamping tugas umum.

Tim Instruktur terdiri dari :

Master Of Training
Yaitu seseorang yang mendapat tugas memimpin dan secara umum bertanggung jawab atas pelaksanaan keinstrukturan.


Imam Training
Yaitu seseorang yang mendapat tugas memandu keinstrukturan dalam aspek pelaksanaan syariat Islam dan akhlaq karimah.

Anggota tim instruktur
Yaitu sekelompok orang yang secara bersama-sama menjalankan tugas keinstrukturan dan masing-masing bertanggung jawab terhadap aspek-aspek tertentu dari materi perkaderan, hal mana menurut spesifikasinya tersebut ia mengarahkan kepada tujuan yang diharapkan.

3. Nara Sumber

Nara sumber dalam kegiatan perkaderan IMM adalah para ahli yang kompeten dalam bidang-bidang yang disajikan dalam proses perkaderan.
Diharapkan nara sumber yang dilibatkan dalam perkaderan IMM adalah mereka yang memiliki komitmen perjuangan Is¬lam yang jelas, menguasai materi, bisa dijadikan contoh, berpengalaman dan sesuai dengan kepentingan perkaderan.

4. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana dalam perkaderan IMM adalah tim petugas bersifat teknis yang bertugas menjadi penanggung jawab pelaksana perkaderan sesuai kepentingan teknis.


2.4  PENYELENGGARAAN

Yang dimaksud dengan penyelenggaraan perkaderan adalah menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
Perencanaan berupa serangkaian proses pra pelaksanaan perkaderan dan merupakan tahap persiapan. Dalam setiap level kepemimpinan IMM perkaderan harus direncanakan secara menyeluruh baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Pelaksanaan adalah merupakan tahap pokok proses ¬perkaderan, penyerapan kurikulum, yang tercermin di acara.
Dalarn tahap ini tim instruktur bertugas menyusun dan melaksanakan rangkaian acara berupa :
1. Pembukaan
2. Pelaksanaan kurikulum
3. Pengenalan awal
4. Pengarahan umum dan dialog.
5. Penerapan kurikulum, pengelolaan kelas, pengembangan peserta
6. Pelaksanaan tugas dan wewenang instruktur.
7. Pengembangan kegiatan, keaktifan dan partisipasi peserta.
8. Evaluasi akhir.
9. Penutupan.

Tindak lanjut (follow up) adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindakan pasca perkaderan dalam rangka menciptakan kondisi yang mengikat peserta dan mendukung optimalisasi tujuan perkaderan.

Tindak lanjut penyelenggaraan perkaderan dapat berupa :
1. Laporan penyelenggaraan secara menyeluruh.
2. Pelulusan peserta dan penyerahan syahadah
3. Pemantauan ekstrainer : aktivitas & prestasi
4. Pendataan ekstrainer & potensinya.
5. Pengembangan kegiatan

2.5  EVALUASI

Guna mengukur tingkat keberhasilan acara, sesuai pelaksanaan pengkaderan harus diikuti dengan evaluasi dalam rangka melakukan introspeksi atas acara tersebut.

Kategori evaluasi penyelenggaraan menyangkut 2 hal :

1. Penyajian materi
Yaitu evaluasi yang menyangkut teknis penyampaian materi, suasana belajar.
2. Pengelolaan
Yaitu evaluasi yang menyangkut aktifitas peran setiap bagian yang terlibat dalam proses pelaksanaan perkaderan. Guna mengukur tingkat akurasi evaluasi hendaknya ditetapkan diktum-diktum pointers instrumen evaluasi.
IKATAN  MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)


3.1          Sejarah Kelahiran IMM

Ada dua faktor yang mendasari kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang terdapat dalam diri Muhammdiyah itu sendiri, sedangkan faktor ekstrenal yaitu faktor yang datang dari luar Muhamadiyah, khususnya umat Islam dan  umumnya apa yang terjadi di Indonesia.

1.    Faktor Internal, Yaitu suatu motif untuk mengembangkan ideologi dalam Muhammadiyah, yakni faham dan atau cit-cita Muhammadiyah, sebagaimana sebuah wadah (organisasi) yang cita-citanya, atau yang maksud dan tujuannya yaitu menegakan dan menjunjung tinggi agama Islam,  hingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai oleh Allah swt.
Persingguhan Muhamadiyah dalam menyatalaksanakan maksud dan tujuannya, terutama terhadap masyarakat mahasiswa Pada mulanya, para mahasiswa yang bergabung atau yang mengikuti jejak langkah  Muhammadiyah oleh Muhammadiyah dianggapnya cukup bergabung dengan organisasi otonom yang telah ada dalam hal ini yaitu Nasyiatul Aisisyiah (NA), Pemuda Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Akademi Tabligh Muhamadiyah. Hal inilah dibentuk Organisasi Mahasiswa Muhammadiyah, Drs. Moh Djasman selaku saat itu mengusulkan nama yang tepat yaitu Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), tepat pada tanggal 29 Syawal 1384 H/14 Maret 1964, PP Muhammadiyah menunjuk Drs. Djasman sebagai formatur tunggal, Wakil-wakil A. Rosyad Sholeh, Moh. Amien Rais, Soedibjo Markoes, Zainuddin Sialla, Sofyan Tanjung, Marzuki Usman, dengan anggota-anggotanya, Soedibyo Markus, Moh. Arief Zukabir, Sutrisno Mihdam, Syamsu Udaya Nurdin, Nurwijoyo Sarjono, Basri Tambun, Fatuhrahman, Soemarwan, Ali Kiyai Demak, Sudar, M. Husni Thamrin, M. Susanto, Siti Ramlah, Deddy Abu Bakar.

2.    Faktor eksternal, yang  dimaksudkan faktor ini, yaitu faktor diluar muhammadiyah, baik yang terjadi dalam diri umat Islam secara umum, maupun yang terdapat dalam sejarah pergolakan bangsa Indonesia. Yang terjadi dikalangan umat Islam, yaitu masih menyuburnya tradisi-tadisi yang sesungguhnya tidak lagi cocok dengan ajaran Islam murni khususnya dan juga tidak lagi sesui dengan perkembangan zaman. Di sana sini umat Islam, termasuk dikalangan mahasiswanya masih terlena dengan pratek-praktek peribadatan yang penuh dengan bid’ah, khurafat, dan tahayull. Kepercyaan-kepercayaan mantra-mantra para dukun masih membudaya, terhadap tempat-tempat yang dianggap kramat pun masih digemari, terhadap fatwa-fatwa para kiyai yang sesungguhnya kadang kala tidak di landasi dalil-dalil qathi masih dianggap sebagai fatwa-fatwa para kiyai yang sesungguhnya kadangkala tidak dilandasi dalil-dalil qathi masih dianggap sebagai fatwa yang suci, dan masih banyak lagi aktifitas ritualis yang mencerminkan siskritistik dan bahkan animastik.

3.2          Pengertian dan Identitas IMM
               
       Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi mahasiswa islam yang juga merupakan organisasi otonom persyarikatan  Muhammadiyah yang merupakan wadah perjuangan untuk menghimpun, menggerakkan, dan membina potensi mahasiswa Islam guna meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa, sehingga tumbuh kader-kader yang memiliki kerangka fikir ilmu amaliyah dan kader amaliah sesuai dengan kepribadian  Muhammadiyah

Untuk terus mengembangkan hidup dan kehidupan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah serta amal geraknya maka perlu ditegaskan identitas IMM sebagai berikut :
1.     Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi kader yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyrakatan dan kemahasiswaan dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
2.     Sesuai dengan gerakan Muhammadiyah maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memantapkan gerakan dakwah di tengah-tengah masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa.
3.     Setiap anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu memadukan kemampuan ilmiah dan akidah.
4.     Oleh karena setiap anggota harus tertib dalam ibadah, tekun dalam study dan mengamalkan ilmunya untuk menyatalaksanakan ketaqwaan dan pengabdiannya kepada Allah SWT.

3.3          Tujuan

                Tujuan IMM berdasarkan AD pasal 6 adalah sebagai berikut:
Terbentuknya Akademisi Islam yang Berakhlak Mulia dalam Rangka Mencapai Tujuan Muhammadiyah


3.4          Visi dan Misi

                Visi
         Terciptanya tatanan masyrakat kampus yang ilmiah ilahiah dengan amal ilmiah dan ilmu amaliah

Misi
Melakukan pencerahan terhadap mahasiswa dan pembinaan terpadu terhadap potensi spiritual, intelektual dan humanitasnya.


3.5 Keanggotaan                

       Siapa saja (mahasiswa) yang sepakat dengan tujuan, sistem dan aturan yang berlakyu dalam internal imm berhak menjadi anggota. Sedangkan untuk menjadi pimpinan atau pengurus dalam IMM harus memenuhi syarat dengan mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD). terkhusus dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) setiap mahasiswa adalah anggota IMM secara non format.





3.6 Trilogi Gerakan IMM

                IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam dalam menjalankan peran fungsinya sebagai organisasi dakwah intelektual dengan tiga model gerakan yang satu, yakni:
-          Gerakan Spiritual
IMM menjadikan nilai-nilai keimanan, dan moralitas sebagai nilai luhur yang senantiasa menjadi ruh dan spirit gerakan.
-          Gerakan Intelektual
IMM merupakan wahana intelectual exercise bagi mahasiswa dan menjadikan intelektualitas sebagai identitas gerakannya.
-          Gerakan Humanitas
IMM senantiasa, reponsif tanggap dan memiliki sensitivitas sosial yang tinggi sebagai bentuk penegasan dirinya untuk melawan penindasan.

Ketiga model gerakan ini menjadi identitas gerakan IMM dan senantiasa terinternalisasi dalam diri kader IMM dalam membumikan setiap gagasannya dan mempertanggung jawabkan setiap gerakannya dalam menjalankan peran dan tanggung jawab intelektualnya.

3.7          Jenjang Struktural Organisasi

                IMM memiliki jenjang struktural organisasi sebagai berikut:
1.       Pimpinan Komisariat (PIKOM) yang berkedudukan di Fakultas untuk Universal atau Akademi
2.       Pimpinan Cabang (PC) yang berkedudukan di Kota atau Kabupaten (membawahi Komisariat-Komisariat)
3.       Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang berkedudukan di Provinsi atau wilayah (membawahi Pimpinan Cabang)
4.       Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berkedudukan dalam hal ini Jakarta (berdasarkan aturan AD IMM)





3.8          Jenjang Perkaderan
                Ada beberapa jenis perkaderan, yaitu sebagai berikut:

                Perkaderan Utama
1.       Darul Arqam Dasar (DAD)
2.       Darul Arqam Madya (DAM)
3.       Darul Arqam Paripurna (DAP)

Perkaderan Pembina
1.       Latihan Instruktur Dasar
2.       Latihan Instruktur Madya
3.       Latihan Instruktur Paripurna

Perkaderan Pendukung
1.       Latihan Advokasi
2.       latihan Jurnalistik
3.       Pelatihan Khusus Immawati
MUHAMMADIYAH

4.1          Sejarah Kelahiran

Muhammadiyah menrut bahasa dari kata Muhammad dan Iyah. Muhammad berarti Nabi dan Rasul terakhir sedangkang Iyah berarti pengikut, jadi Muhammadiyah adalah pengikut Nabi Muhammadi. Sedangkan  menurut istilah berarti sebuah Ormas Islam atau organisasi Islam yang berlasdaskan Al Qur’an dan Al Hadits.

Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 18  November 1912 M atau betepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H di Kampung Kauman. Yogyakarta. Latar belakang kelshiran Muhammadiyah secara garis besar disebabkan oleh 2 hal yakni; faktor internal dan eksternal. faktor internal adlah realitas umat Islam pada masa itu yang tdak menjalankan agama Islam secara utuh dan murni sehingga tidak lagi terlihat adalah dengan Al Qur’an dan Al Hadits yang terlihat adalah praktek TBC (Takhyul, Bid’ah dan Khurafat) nasib rakyat Indonesia yang tertindas dan mengalami kemisknan dan pembodohan sistemik oleh Pemerintah Belanda pada masa itu.

Maka KH. Ahmad Dahlan setelah melakukan kontemplasi – perenungan – dan pembacaan terhadap realitas umat yang tidak sesuai dengan nafas/ajaran  Islam yang membebaskan manusia dari ketertindasan dan pembodohan ia kemudian berinisiatif untuk membentuk organisasi yang bertujuan untuk mengajarkan kepada umat islam agar menjalankan agama Islam secara benar dan murni sekaligus membantu masyrakat lepas dari ketertindasan dan memberikan sumbangan ide, pemikiran dan bantuan nyata untuk mencerdasarkan masyarakat.






4.2     Landasan berdirinya Muhammadiyah

-          QS. Al Imran : 104
Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;[1] merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al Imran: 104)
-          QS. Al Maun
Artinya:
1.  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, 2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3.  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 4.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5.  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6.  Orang-orang yang berbuat riya[2], 7.  Dan enggan (menolong dengan) barang berguna[3].
 

[1] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
[2] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
[3]  Sebagian Mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.
4.3          Tujuan Muhammadiyah

Berdasarkan Anggaran Dasar Bab II Pasal 2 menyebutkan bahwa tjuan Muhammadiyah adalah:

Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyrarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhoi Allah SWT.


4.4          Visi dan Misi Muhammadiyah
Visi
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan al Qur’an dan al Hadist dengan watak TAJDIDI yang dimiliki senantiasa Istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di segala bidang. Sehingga menjadi rahmatan lil alamin, bagi umat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat utama tang di ridhoi Allah SWT dalam kehidupan ini.

Misi
Muahammadiyah seabagai gerakan Islam dan Dakwah amar ma’ruf nahi munkar memiliki misi yang mulia dalam kehidupan yaitu:
1.         Menegakkan keyakinan TAUHID yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT, yang dibawa oleh Rasul-Nya
2.         Mamahami agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
3.         Menyebarluaskan  ajaran Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
4.         Mewujudkan amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.





4.5  Jenjang Struktural Organisasi

                Muhammadiyah memiliki jenjang struktural organisasi sebagai berikut:
1.       Pimpinan Rintang berkedudukan di Kelurahan
2.       Pimpinan Cabang berkedudukan di Kecamatan
3.       Dewan Pimpinan Daerah berkedudukan di Kota atau Kabupaten
4.       Dewan Pimpinan Daerah berkedudukan di Provinsi
5.       Dewan Pimpinan Pusat berkedudukan di Jakarta dan Yogyakarta (Nasional)

4.6  Organisasi Otonom Muhammadiyah

Organisasi Otonom disingkat ORTOM adlah organisasi yang berada dibawah naungan Muhammadiyah namun diberikan kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Ortom Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
1.       ‘Aisyiyah
2.       Pemuda Muhammadiyah
3.       Nasyiatul ‘Aisyiyah
4.       Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
5.       Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)
6.       Hizbul Wathan (HW)
7.       Tapak Suci
Para Pendiri IMM

Komposisi Dewan Pimpinan Pusat Produk Musyawarah Nasional (mu’tamar) ke-1 ini di Solo yaitu sebagai berikut :
 
Ketua Umum : Mohammad Djazman Al-Kindi
Wakil Ketua : A. Rosyad Sholeh
Wakil Ketua : Moh. Amien Rais
Wakil Ketua : Soedibjo Markoes
Wakil Ketua : Zainuddin Sialla
Wakil Ketua : Sofyan Tanjung
Wakil Ketua : Marzuki Usman

Sekretaris Jenderal : Sjamsu Udaya Nurdin
Wakil Sekjen : Bahransjah Usman
Wakil Sekjen : Sugiarto Qosim
Bendahara Umum : Abuseri Dimiyati
Anggota-Anggota : Mohammad Arief
  Yahya A. Muhaimin
  Ummi Kalsum
  Aida saleh
  Sukiriyono
  Zulkabir
  Tabrani Dris
  Zulfaddin Hanafiah
  N. Adnan Razak
  Djaginduang Dalimunthe
  Bachtiar Achsan
  Muhammad Ichsan
Biro Organisasi dan Kader:A. Rosyad Sholeh
Biro Politik dan Pengembangan Ilmu (LPI):Moh. Amien RaisYahya A. Muhaimin
Departemen Penerangan :Marzuki Usman
Departemen Keputrian :Ummi Kalsum Aida Saleh
Lembaga Penyiaran Islam :Soedibjo Markoes Moh. Arief
Departemen Kesejahteraan Lembaga Seni dan Budaya:Abdul Hadi WM




LAGU IMM

MARS  IMM           
                                                                                                                                                                                  
Ayolah ayo……..ayo                                                      
Derap derukan langkah
Dan kibar geleparkan panji-panji
Ikatan mahasiswa muhammadiyah
Sejarah umat telah menuntut bukti
Ingat ….ingat….ingat
Niat tlah diikrarkan
Kitalah cendikiawan berpribadi
Susilah cakap takwa kepada Allah
Pewaris tampuk pimpinan umat nanti
Imawan……imawati
Siswa tauladan putra harapan
Penyambung hidup generasi
Umat Islam seribu zaman
Pendukung cita-cita luhur (2X)
Negeri indah adil dan makmur(2X)


SELAMAT BERPISAH

Selamat berpisah oh imawati
Selamat berpisah oh imawan
Sampai jumpa lagi di arena nanti
Jangan lupakan kami
Selamat berpisah oh panitia
Selamat berpisah oh kawan semua
Sampai jumpa lagi di lain waktu
Mohon maafkan kami
Selamat berpisah oh instruktur kami
Selamat berpisah oh kanda semua
Sampai jumpa lagi di DAD nanti
Mohon bimbinglah kami
PEJUANG MUDA

Selamat datang wahai pejuang muda
Dalam IMM kita maju bersama
Ukir sejarah membela cakrawala
Kita berjuang untuk Nusa dan Bangsa
Harapan bangsa ada di pundak kita
Sebagai kader muda Muhammadiyah
Jadi tumpuan wahai kau tunas bangsa
Menepis kabut menguak fenomena
Raih cita-cita , membangun nusa bangsa                                                                                              
Mari kita belajar beramal dan berjuang
Harapan  umat islam’tuk menuju cita-citanya
Harapan  umat islam’tuk manuju cita-citanya


PONDOK KECIL

Di pondok kecil,bulan purnama
Terdengar suara rintih merintih
Lambai melambai , Nyiur di tepi pantai
Ibu memanggil , wahai anakku

Ibukan pergi jauh ke alam  baqa
Jaga adikmu sepeninggalan ibu
Kuambil kain putih
Kututup mayat ibu

Sambil berdoa memandang wajah ibu
Ya Allah Ya Tuhanku
Ampunilah dosanya
Dan beri tempat, yaitu  surga



HYMNE IMM

Semoga berkat rahmat ilahi
Melimpahi perjuangan kami
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Ikhlas beramal dalam bakti
Gemilang sinar surya
Menerangi fajar harapan
Jayalah IMM jaya
Abadi perjuangan kami


MARS PERJUANGAN
Mengenangkan nasib perjuangan
Berjuanglah dalam ikatanku
Aku meninggalkan kemewahan
Aku maju terus berjuang
Jangan kembali pulang IMM
Kalau tak akan menang
Walau terhampar di medan juang
Untuk islam IMM berjuang
Tinggalah ayah, tinggalah ibu
Relakan aku pergi berjuang
Di bawah naungan surya terang
Sampai agama islam cemerlang










RENUNGAN KADER

Seusai tahajud kumerenung lagi
Siapa dimana diri hina ini
Lamaku tertidur dalam duniaku
Nanarku memandang alam  sekelilingku
Beribu mujahid berguguran sudah
Beribu pun nampak semakin merentah
Namun kebatilan tiada kunjung sirna
Bahkan semakin meresahkan dunia
Kini tiba waktu kutmpilkan diri
Gelisah umatku tak sabar menanti
Dalam IMM ku telah bersemi janji
Hidup di jalan-Nya atau mati syahid (2X)



JANJI KADER
Di kala akhir Daru Arqam Dasar
Ada Tanya yang menyentuh dalam hati
Sudah siapkan aku ini
Menjadi kader  yang sejati
Telah banyak yang aku  dapatkan
Tentang arti hidup  dan perjuangan
Fii sabiililaah di tegakkan
Lewat kata hati dan perbuatan
Kumohon kekuatan Ya Allah
Agar dapat kujalankan ……..
Amanah umat dan ikatan
Demi Agama Islam
Kini tiba saat kuwujudkan
Apa yang telah diberikan
Semoga Allah meridhoi (2X)
Niat hati yang tulus ini (2X)

Susunan Pengurus Pimpinan Komisariat
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Akademi Keperawatan Muhammadiyah Makassar
Periode 2011-2012

Ketua Umum                                     : Rustam Pamungkas
Ketua Bidang Organisasi                                : Syamsuriadi
Ketua Bidang Kederisasi                                : Anshari
Ketua Bidang Hikmah                     : M. Sarif
Ketua Bidang IPTEK                         : Agung Budiarto
Ketua Bidang Sosek                        : Rusman Siddiq
Ketua Bidang Immawati                                : A. Nadiratun Naim
Ketua Bidang Dakwah                    : Abd. Kadir

Sekretaris Umum                             :  Basri
Sekretaris Bidang Organisasi       :  A. Eka Saputra Syam
Sekretaris Bidang Kederisasi       :  Muhammad Saebi
Sekretaris Bidang Hikmah             :  Halimah Muslimin
Sekretaris Bidang IPTEK                                 :  Mutmainna
Sekretaris Bidang Sosek                                                :  Wahdan Haswan
Sekretaris Bidang Immawati        :  Daswati Dahlan
Sekretaris Bidang Dakwah            :  Faizal

Bendahara Umum                           :  Irmayanti
Wakil Bendahara 1                           :  Mutmainna
 Wakil Bendahara 2                          :  Niniek Hasrianti

Angota-Anggota

BIDANG ORGANISASI

BIDANG KADERISASI
·      Ardin. S.    
·      Mardiana
·      Dewi Sartika
·      Miftahul Jannah
·      Musdalifah

·      Alamsyah 
·      Muh. Fasbil
·      Sitti Nurmanikkang
·      Syamsani Saleh
·      Nasrawati

BIDANG HIKMAH

BIDANG SOSEK
·      Taufik Hidayat
·      Noratikah
·      Asriana
·      Anita Alwi
·      Mutmainnah Latief

·      Rizal
·      Brama Nur
·      A. Ainun Tenri Pada
·      Nur Fatri


BIDANG IPTEK

BIDANG IMMAWATI
·      Abd.Muchlis Baharuddin
·      Maya Amanda
·      Nur Helmianti
·      Ufrah


·      Waliwulul Harma
·      Sri Wahyu Ningsih
·      Sri Tamala
·      Nur Islamiyah
·      Mantasya


BIDANG DAKWAH


·    Asri
·    Sulham
·    Syafitri Talib
·    Elvianti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar